Kursus Forex
advert 2
advert 3

Beribadah Yoook !!!

Saling Sapa


ShoutMix chat widget



mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday24
mod_vvisit_counterYesterday135
mod_vvisit_counterThis week581
mod_vvisit_counterLast week871
mod_vvisit_counterThis month903
mod_vvisit_counterLast month3879
mod_vvisit_counterAll days47822

We have: 3 guests, 1 bots online
Your IP: 38.107.191.95
 , 
Today: Sep 08, 2010

Tentang Site

 

 

 

Hati-hati dengan bujuk rayu Questnet
Thursday, 31 December 2009 10:34

 

Minggu kemaren nggak nyana dan gak diduga Bapak saya di ajak tetangga sebelah kampung. Janjinya kalo ngikut dia kerja tiap minggu bakalan dapet minimal 100 ribu, dan minggu kemarin dia dapet 250 ribu dari hasil kerja nya. Waktu ditanya apa kerjanya, dia gak ngaku. ‘Sudah ikut saja, nanti bakalan ngerti disana kok’ gitu katanya waktu itu.Mau tahu kerjanya dimana ? dia bilang di trenggalek. Wolooooh jauh juga dari surabaya ke trenggalek. Sampeyan ngerti kan trenggalek ?? Kalo di peta, Surabaya itu ada di paling atas pulau jawa bagian timur, sedangkan Trenggalek berada di bagian bawah pulau jawa bagian timur.

Dan karena bujuk rayu yang tiada henti dan juga karena kasihan liat tetangga yang dah ngajak sampe mulut berbusa, Bapak saya yang emang dah pensiun akhirnya ngikut juga dengan tetangga saya itu. Berangkat sabtu sore dan pulang minggu malam.

Setelah menghilang selama weekend ngikut tetangga ke trenggalek, akhirnya bapak pulang dan langsung tak interogasi gimana selama disana.

 

Dan ternyata Bapak saya lagi diprospek ama orang-orang Questnet atau Goldquest. Di situ ternyata Bapak saya di ajak ke sebuah pertemuan yang kayaknya dihadiri oleh banyak orang dan dijelaskan mengenai program Questnet. Program ini mengajak orang-orang untuk bergabung dengan membayar biaya pendaftaran Rp. 6.500.000 dan nantinya akan mendapat beberapa produk yang diperlihatkan di situ antara lain Arloji dan koin emas 3 gr ( kalo gak s alah nich, maklum mata bapak saya mata tua ). Member nantinya akan mendapat keuntungan dari perekrutan anggota ( dan bukan dari penjulan produk ) sampe sini Bapak saya ngeh bahwa ini adalah skema piramida dan sudah memutuskan untuk gak ngikut gabung saat itu juga.

Menilik dari penjelasan Bapak saya, saya tergelitik untuk menyelidiki Questnet ini. Bukankah perusahaan ini dulu yang membuat koin emas itu. Koin yang dibuat berdasarkan suatu peristiwa atau tokoh dan terbuat dari emas. Kenapa sekarang beralih ke usaha yang berdasarkan skema piramida. Dan bukankah skema piramida ini dilarang di beberapa negara termasuk Indonesia. Bagi yang belum ngeh dengan skema piramida, begini penjelasannya :

Skema Piramida adalah sistem (ilegal) dimana banyak orang yang berada pada lapisan terbawah dari piramida membayar sejumlah uang kepada sejumlah orang yang berada di lapisan piramida teratas. Setiap anggota baru membeli peluang untuk naik ke lapisan teratas dan mendapat keuntungan dari orang lain yang bergabung kemudian. Sebagai contoh, untuk menjadi anggota Anda mungkin harus membayar mulai dari jumlah yang kecil hingga jutaan rupiah. Dalam contoh ini, Anda harus membayar Rp. 10 juta, untuk membeli sebuah tempat pada piramida di lapisan paling bawah. Uang Anda senilai Rp. 5.000.000 akan pindah ke orang lain yang posisinya tepat di atas Anda dan Rp 5.000.000 lainnya beralih ke puncak piramida, atau ke promotor. Bilamana semua posisi yang tersedia dalam skema tersebut telah dipenuhi peserta, promotor akan memperoleh Rp 160 juta, sedangkan Anda dan teman-teman lain yang sama-sama berada di lapisan paling bawah akan kehilangan Rp 10 juta per orang. Apabila promotor telah terbayar, maka posisinya dihilangkan dan yang berada di lapisan kedua akan naik ke puncak. Setelah itu, barulah kedua orang yang tadinya berada pada lapisan kedua akan menikmati keuntungan. Untuk membayar kedua orang ini, lapisan terbawah ditambah 32 posisi baru, dan pencarian peserta baru terus berlanjut. Setiap kali sebuah lapisan naik ke puncak, sebuah lapisan baru harus ditambahkan pada alas piramida, masing-masing 2 kali lebih banyak dari sebelumnya. Apabila jumlah peserta baru mencukupi, maka Anda dan 15 peserta lain yang berada pada lapisan yang sama mungkin dapat mencapai puncak.

Namun demikian, untuk mengumpulkan keuntungan bagi Anda, dibutuhkan 512 orang peserta baru dimana setengah dari mereka akan kehilangan Rp. 10 Juta. Tentu saja, piramida ini bisa saja ambruk jauh sebelum Anda mencapai puncak karena jumlah rekruting tidak tercapai. Agar supaya setiap peserta dapat memperoleh keuntungan, selalu dibutuhkan peserta-peserta baru. Namun pada kenyataannya, jumlah peserta baru terbatas dan setiap lapisan baru memiliki peluang merekrut orang lain, lebih kecil dan peluang kehilangan uang justru lebih besar.

Beberapa promotor Skema Piramida berusaha membuat skema yang kelihatan mirip dengan metode penjualan berjenjang. Penjualan berjenjang adalah suatu sistem bisnis yang legal dan menggunakan jaringan mitra usaha mandiri untuk menjual produk-produk langsung kepada konsumen.

Agar kelihatan seperti perusahaan penjualan berjenjang, Skema Piramida menyediakan serangkaian produk yang dinyatakan sebagai produk jualan untuk dipasarkan langsung kepada konsumen.

Namun demikian, pada kenyataannya hampir tidak ada usaha sama sekali untuk memasarkan produk-produk tersebut pada konsumen.

Sebaliknya, penghasilan diciptakan berdasarkan perekrutan anggota-anggota baru. Juga para mitra usaha baru dipaksa untuk membeli sebanyak mungkin produk yang bernilai besar pada saat mengisi formulir peserta. Misalnya, Anda mungkin harus membeli produk yang sebenarnya tidak bermanfaat senilai Rp 10 juta agar dapat menjadi ?mitra usaha?. Orang yang merekrut Anda mendapat komisi Rp 5.000.000 (50%) dan Rp 5.000.000 sisanya terbang ke puncak (dalam hal ini perusahaan). Perhatikanlah persamaannya dengan skema piramida dalam uraian sebelumnya. Namun demikian, piramida yang paling tersamar tidak terlalu mudah dibongkar kedoknya. Skema Piramida sering memilih produk-produk yang biaya produksinya murah namun tidak memiliki nilai di pasaran, seperti produk-produk ajaib hasil penemuan baru, pengobatan eksotik dan sebagainya. Dengan demikian sulit dijelaskan apakah produk-produk seperti itu benar-benar memiliki pangsa pasar. Cara terbaik untuk menghindari jebakan dari piramida yang tersamar adalah dengan mengetahui secara pasti apa yang ingin diperoleh dari peluang berpenghasilan secara legal.

Nah, jahat kan skema piramida ini. Saya gak ngeh dengan pertemuan ini, apakah asli bawaan dari questnet atau permainan segelintir orang yang tega nipu bangsa dewek. Dan anehnya waktu ditanya Bapak saya kenapa gak ngadain pertemuan di Surabaya atau kota besar lainnya dan lebih memilih di trenggalek dan di sebuah desa pula. Yang ngasih presentasi ngeles bahwa kalo di Surabaya, orang-orang yang datang bakal ‘takut’ atau ‘grogi’ seandainya pertemuan diadain di gedung2 pertemuan di kota besar.

Sungguh jawaban yang ngeles banget karena Bapak saya tahu bahwa yang datang saat itu hanyalah -maaf- orang orang desa yang kebanyakan petani dan belum well educatated masalah skema piramida.Malah dari pembicaraan di belakang pertemuan ada yang sampe jual sawah dan motor untuk dapat gabung dan berharap cepet kaya dari situ.

Kemudian bagaimana ceritanya bisa banyakanggota yang bisa ketipu dengan bisnis model beginian,

• Banyak yang terpesona dengan jargon ‘bebas financial’ dan ‘kaya dalam sekejap’ yang ditanamkan oleh trainer-trainer dalam pertemuan itu.

• Mereka kebanyakan diberi informasi palsu, tentang keadaan marketing plan merekan yang nyata nya adalah skema piramida dan dilarang di Indonesia.

Tambahan lagi, saya juga sudah ngecek di website APLI ( Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia ) apakah Questnet temasuk anggotanya ? dan ternyata tidak. Questnet bukan anggota APLI.

Kenapa saya cek APLI ? Karena mereka juga menawarkan barang yang didapat dari beaya pendaftaran 6,5 juta berupa arloji dan koin yang katanya bisa diperjual belikan juga.

 

Sumber : APLI.or.id

 

Comments (27)
 

Link Bisnis

 

 

 

 

 

 

 

Track Kunjungan

free counters