| KISAH SEBUTIR PASIR -sebuah ilham. |
|
Ketika ditanya, tidakkah Ia takut akan ketinggian gunung ? Tidakkah Ia takut akan maut yang selalu siap menjemput ? Arya katakan bahwa dia tidak pernah takut terhadap gunung yang begitu besar begitu angkuh. Arya katakan bahwa Ia lebih takut pada sebutir pasir. Ya, sebutir pasir, yang apabila diterbangkan angin bisa menyelinap ke dalam kaus kakinya. Untuk selanjutnya bergerak perlahan kemudian masuk ke dalam sela-sela kuku di jari kakinya. Kalau itu terjadi, maka kaki akan bengkak kesakitan. Bisa-bisa jadi infeksi bahkan apesnya nanti diamputasi.
Apa jadinya kalau itu semua terjadi ? Kaki, ya kaki yang menjadi modal satu-satunya untuk naik gunung tak bisa lagi berfungsi. Apa jadinya ? Pembaca, kadang kita tak hirau terhadap suatu hal kecil dan remeh. Padahal, hal-hal kecil tersebut sangat-sangat mendukung bagi karier dan kemajuan kita. Sering kita terpaku dan hanya memperhatikan hal gede saja, padahal, belum tentu kita bisa melalui tantangan dari hal yang kecil dan remeh. Akhirnya, untuk mencapai sukses, mari kita berusaha untuk tak meremehkan suatu hal. Namun membuat segala hal sebisa mungkin perfect. Sempurna. Tentu saja tidak hanya itu. Dukungan doa pada yang kuasa, tentu juga menjadi penentu keberhasilan dan kesuksesan kita. Selamat bekerja. Selamat Berjuang. Sukses selalu.
Comments (3) |


















Tersebutlah seorang pemuda bernama Arya, dia jago untuk urusan mendaki gunung. Hampir seluruh gunung di Indonesia pernah didakinya. Juga beberapa gunung api di mancanegara. Bermacam penghargaan juga telah diperolehnya, termasuk dari lomba panjat tebing maupun panjat dinding.





