| Jalani hidup ini dengan akhlaqul kharimah |
| Written by deya kusuma |
| Tuesday, 13 April 2010 14:46 |
|
Nabi ngendhika : ‘Aku diutus ke dunia ini, tidak ada lain untuk menyempurnakan akhlaqul kharimah.’ Akhlaqul Kharimah dilakukan terhadap : 1. Ketika menghadap Alloh Ketika kita melaksanakan sholat, dzikir, diharapkan untuk melaksanakannya dengan khusyuk dan sungguh-sungguh. Memakai tata krama ketika hendak memohon pada Alloh. “Ya Alloh, berilah kami rejeki yang banyak, jadikan aku orang yang kaya”, hal seperti ini halal dan boleh. “Duh eyang, mugi panjenengan paring rejeki ingkang kathah ….’, hal seperti ini dilarang dilakukan. Musyrik. Karena memintanya bukan pada Alloh. Adab sewaktu berdzikir adalah dengan merundukkan kepala (ndingkluk). Sedang adab ketika berdoa, bisa dengan merunduk, atau bisa juga menengadah (ndangak). 2. Kepada orang lain/ marang sapada-pada. Kita dicontohkan untuk mempunyai sopan santun dengan sesame manusia. Tidak sombong dan tinggi hati. Salah satu tindakan nyata yang bisa dilatih untuk dilaksanakan adalah dengan cara : berbicara sambil salah satu tangannya/ kanan memegang dada, atau kepala ndingkluk. Atau juga dengan menggerakkan salah satu anggota badan ketika dipanggil dan berbicara. Namun bukan ‘menggerak-gerakkan’ anggota badan ketikaberbicara. 3. Kepada segenap makhluk Alloh/ marang sakabehane makhluk Anda pulang kerja. Dalam keadaan lapar di perjalanan, anda membayangkan enaknya makan. Dan sesampainya dirumah, langsung menuju meja makan, berharap segera makan, membuka tudung saji. Disitu anda dapati, seekor tikus sedang santai dan enaknya menikmati nasi. Anda sangat marah, dengan pentungan, segera saja pukul dan kejar tikus itu. Hingga akhirnya, dalam bingungnya, tikus itu tercebur dalam bak air. Lalu, apa yang akan anda lakukan ? dst … seperti yang telah ditulis edisi sebelumnya : Sebetulnya kita bisa melaksanakan hal-hal kecil yang mungkin kurang berarti, namun besar sekali manfaatnya bagi pihak lain. Bayangkan seandainya tikus tersebut anda tolong, hanya perlu waktu maksimal 1menit. Namun bagi si tikus, sangat bermanfaat, karena dia masih berkesempatan untuk hidup. Sumber Akhlaqul karimah Lalu, apakah sumber dari akhlaqul karimah itu ? Sumber akhlaqul karimah adalah ‘kasih sayang’. Kalaulah kehidupan ini dijalani dengan dasar kasih sayang, maka Insya Alloh semuanya lancar dan terkendali. Dengan kasih sayang, maka otomatis nanti akan muncul akhlaqul karimah. Kita akan mampu dengan mudah mamahami hidup dan kehidupan, karena jikalau menjalani hidup dengan takabur dan kesombongan, maka Alloh tidak akan ridho. Semua tindakan yang berdasar kasih saying, telah dicontohkan dengan nyata oleh Rasullulah dalam dakwahnya. Marilah, dengan harta dan ilmu yang kita miliki, menjalani kehidupan ini dengan mengedepankan Akhlaqul karimah. Insya Alloh, tenang, tenteram, dan berjumpa di akhir kesuksesan. terjemahan bebas yang disampaikan Abah Im. Comments (0) |























