|
Benar salahnya hukum tergantung penguasa |
|
Written by deya kusuma
|
|

Anda pulang kerja. Dalam keadaan lapar di perjalanan, anda membayangkan enaknya makan. Dan sesampainya dirumah, langsung menuju meja makan, berharap segera makan, membuka tudung saji. Disitu anda dapati, seekor tikus sedang santai dan enaknya menikmati nasi. Anda sangat marah, dengan pentungan, segera saja pukul dan kejar tikus itu. Hingga akhirnya, dalam bingungnya, tikus itu tercebur dalam bak air. Lalu, apa yang akan anda lakukan ?
Jelas tikus itu sudah tidak berdaya. Ada 3 kemungkinan tindakan anda. Menghajar tikus itu hingga mati. Membiarkan tikus itu tersiksa dan mati dengan sendirinya. Atau menolong tikus itu kemudian melepasnya.
Prosentase terbesar tindakan yang diambil, kemungkinan adalah menghajar tikus itu sampai mati. Tikus itu salah, karena telah mencuri nasi. Tikus itu salah, maka harus dihukum.
Itu kalau menurut versi anda, versi penguasa. Tikus memang tidak berdaya menghadapi penguasa dalam keadaan terjepit seperti itu. Akan tetapi,

|
|
Read more...
|
|
Papa, Aq pengin beli waktu Papa 1 Jam saja |
|
Written by deya kusuma
|
|
Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama.
“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya. Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.
“Aku menunggu Papa pulang , karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”
“Lho,tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?”
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…”
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”
Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman. Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.
|
|
Read more...
|
|
|
KISAH SEBUTIR PASIR -sebuah ilham. |
|
Tersebutlah seorang pemuda bernama Arya, dia jago untuk urusan mendaki gunung. Hampir seluruh gunung di Indonesia pernah didakinya. Juga beberapa gunung api di mancanegara. Bermacam penghargaan juga telah diperolehnya, termasuk dari lomba panjat tebing maupun panjat dinding.
Ketika ditanya, tidakkah Ia takut akan ketinggian gunung ? Tidakkah Ia takut akan maut yang selalu siap menjemput ?
Arya katakan bahwa dia tidak pernah takut terhadap gunung yang begitu besar begitu angkuh. Arya katakan bahwa Ia lebih takut pada sebutir pasir.
Ya, sebutir pasir, yang apabila diterbangkan angin bisa menyelinap ke dalam kaus kakinya. Untuk selanjutnya bergerak perlahan kemudian masuk ke dalam sela-sela kuku di jari kakinya. Kalau itu terjadi, maka kaki akan bengkak kesakitan. Bisa-bisa jadi infeksi bahkan apesnya nanti diamputasi.
|
|
Read more...
|
|
Jangan Sebel Kalo Aq Missed Call Kamu ..… |
|
Written by deya kusuma
|
|
Ponselmu berdering. Terlihat ada panggilan masuk disana. Pada layar, bisa saja muncul namaku, ataupun ID disembunyikan. Sedetik sebelum kau angkat, atau pas mau kau angkat, panggilan diputus. Demikian kadang berulang kali. Kamu mungkin kesel, jengkel, dan marah. “ Ngapain sih ?” katamu. Mungkin juga kamu miscalled balik ke aq.
Mungkin kamu pernah dengar kata-kata ini. Bahwa dalam mulut yang terkatup kadang tersimpan beribu maksud ? Bukankah tak setiap rasa bisa menemukan kata, dan bisa diberi nama ? Bukankah pada miscalledku terselip beribu rindu yang menggebu, rindu yang demikian merintih dan melonglong, dari lubuk hati terdalam yang jatuh tak tertolong?
Ah Bohong! Biar anjing menggonggong, miscalled tetap aja kerjaan preman bokek. Gak punya pulsa untuk melakukan panggilan, manusia bermental ompong, anak sundel bolong, yang ngga perlu ditolong. Sori ya, bukannya sombong, tapi kalau iseng kira-kira dong! (Duh, mulut sampe monyong, kayak siang bolong habis gotong royong ngedorong truk yang terjebak di lumpur Porong…) Jangan gila dong. ?
Gak juga… Setidaknya, ketika mengirim misscaled, Aq harus nyari namamu di phonebook, dan ketika memencet tombol “Call” atau “OK”, aq harus memastikan bahwa nama dan nomormu yang ada di sana, dan itu berarti aq sedang mengingatmu.
Hanya mengingatmu ?
|
|
Read more...
|
|